Judi Online di Mata Hukum Indonesia

Judi online merupakan permainan berbasis judi melalui media internet. Judi online sudah menjadi salah satu bentuk tindak pidana. Taruhan online dianggap tindak pidana yang luar biasa karena dampak dari bermain taruhan online sudah mengganggu struktur sosial dan psikologis para pemain. Banyak orang berbuat nekat dengan mencuri, merampok, dll. Untuk mendapat modal bermain taruhan online.

Ketergantungan ini membuat banyak orang berbuat nekat. Ada juga kasus tawuran atau bertengkar hanya karena kalah taruhan. Akses internet yang mudah menjadi boomerang untuk anak dibawah umur. Dikhawatirkan anak-anak ini dapat mengakses situs taruhan online, sehingga dapat merusak moral generasi penerus. Oleh karena ini, pemerintah Indonesia mengatur penegakan hukum atas taruhan online. 

Bagaimana Judi Online Di Mata Hukum Indonesia

Judi online di mata hukum tidaklah sama dengan judi biasa atau judi yang dilakukan secara offline. Rata-rata pelaku dua jenis judi ini pun berbeda. Judi online biasa dimainkan oleh pihak-pihak yang lebih intelek dan juga berada. Pasalnya taruhan online membutuhkan perangkat dan juga akses internet yang stabil. Aturan yang mengatur judi online dapat dilihat pada UU No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasa 27 ayat (2) yang secara singkatnya berbunyi : Bahwa taruhan online tersmasuk perbuatan atau tindakan yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan yang didistribusikan melalui akses internet.

Sedangkan untuk ancaman pelanggarannya ada pada pasal 45 ayat (1). Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa pelaku akan dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah. Bagi Anda yang bingung dengan apa itu judi ? judi adalah permainan taruhan, pelaku akan bertaruh sejumlah uang untuk memilih angka/ atau sesuatu yang disediakan. Angka tersebut yang benar hanyalah satu. Jadi bagi pemain yang kalah harus merelakan taruhan tersebut pada pemenang. 

Pada saat pandemi seperti sekarang ini, jumlah pemain taruhan online semakin banyak. Banyak orang yang mencoba terjun pada permainan ini. Padahal sudah jelas judi online di mata hukum itu dilarang. Diawali dengan hanya iseng-iseng tapi jadi ketergantungan. Pasalnya dalam bermain seperti ini akan ada rasa penasaran tersendiri yang bisa menarik Anda untuk bertaruh dan bertaruh lagi. Apalagi jika Anda pernah merasakan kemenangan dengan mudah. Anda akan mudah sekali untuk mengeluarkan uang untuk bertaruh lagi.

Maraknya taruhan online seperti sekarang ini, maka pemerintah akan lebih tegas lagi dalam penegakan hukum taruhan online. Jika pada pasal 45 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 disebutkan dengan 6 (enam) tahun penjara, maka akan dinaikkan menjadi 10 (sepuluh) tahun. Hal ini masih dikaji oleh tim UU ITE. Judi online semakin meresahkan para orang tua. Banyak anak remaja yang sudah mengenal perjudian online ini. Maka dari itu, pemerintah merasa perlu untuk lebih tegas pada tindak pindana taruhan online.

Langkah nyata yang sudah dilakukan pemerintah adalah dengan memblokir beberapa situs taruhan online yang ada di Indonesia. Namun, situs-situs taruhan online masih saja banyak yang dapat diakses. Dari sini dapat disimpulkan bahwa judi online di mata hukum Indonesia jelas dilarang dan termasuk kategori tindak pidana luar biasa. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda sehingga dapat lebih bijak lagi dalam menggunakan smartphone dan juga akses internet.